Resensi Buku Fiksi No Exit || Safa Azkiyya H.
Nama : Safa Azkiyya H. (32)
Kelas : XI MIA 2
B. Indonesia
Terjebak di Tempat
Peristirahatan Bersama Psikopat Keji
Oleh Safa Azkiyya H.
Judul Buku : No Exit
Penulis : Taylor Adams
Penerbit : PT Bentang Pustaka
Cetakan : I
Tahun Terbit : 2019
Jumlah Halaman : 367
A. Riwayat Kepengarangan
Taylor
Adams adalah seorang penulis yang tinggal di negara bagian Washington. Dia juga
pernah menyutradarai film pendek yang banyak mendapat pujian, And I
Feel Fine, pada 2008 dan lulus dari Eastern Washington University sebagai
penerima penghargaan prestisius Edmund G. Yarwood Award. Karyanya sebagai
sutradara sempat ditampilkan di Seattle True Independent Film Festival dan
tulisannya sempat diulas di blog Fox Life KAYU-TV. Karya-karyanya yang sudah
diterbitkan antara lain adalah Eyeshot, Our Last Night dan No Mercy.
B. Sinopsis Buku
Dalam perjalanan
pulang menjumpai ibunya yang sakit keras, Darby Thorne terjebak badai salju di
daerah terpencil, dan terpaksa bermalam di sebuah tempat peristirahatan bersama
4 pengemudi lain yang bernasib sama.
Berusaha memberi
kabar ke rumah, Darby mencari sinyal telepon hingga tiba di area parkir. Namun,
alangkah terkejutnya dia saat melihat tangan kecil yang melambai lemah dari
salah satu mobil. Penasaran, Darby pun mendekat dan menemukan pemandangan mengerikan.
Seorang gadis kecil dikurung dalam kandang anjing.
Pelakunya
pastilah salah satu dari keempat orang itu. Di tengah ketidaktahuan siapa yang
bisa dipercaya, Darby harus berhati-hati menyusun rencana penyelamatan gadis
itu. Namun, bagaimana jika sebetulnya sang pelaku adalah psikopat keji yang
lihai membaca rencana Darby dan selalu beberapa langkah di depan gadis itu?
C. Ulasan
Novel ini menyajikan kisah yang menegangkan dan penuh
dengan plot twist tak terduga bahkan sampai ke kalimat terakhir epilognya.
Penulis menggambarkan narasi dengan sangat detail sehingga menghasilkan suasana
dan ketengangan yang nyata dari para pembaca. Jika dilihat dari bentuk fisik,
novel ini sudah cukup bagus. Dari sampul bukunya saja, kita sudah bisa
membayangkan suasana dalam ceritanya.
Narasi
di dalam novel cukup banyak. Sebagian orang mungkin akan merasa tidak betah
atau bahkan tidak suka membaca novel dengan narasi yang cukup banyak. Selain
itu, karakter korban dan pelakunya yang kurang hidup padahal bisa untuk menambah
ketegangan. Terakhir, ada beberapa kalimat yang sulit dipahami karena memakai kata-kata yang jarang digunakan.
D. Penutup
Terlepas dari
kekurangannya, novel ini sangat cocok untuk kalian yang merupakan penggemar
novel thriller yang menegangkan. Dari novel ini, kita juga bisa menyimpulkan
bahwa seseorang tidak bisa dinilai hanya dari penampilan luarnya saja sebab
kita tak pernah tahu apa yang sedang orang itu sembunyikan di balik tampilan
luarnya.

Komentar
Posting Komentar